Syahdan seseorang pernah berkata :
“Sesungguhnya aku ini penakut, tapi ku manfaatkan sifat itu hanya untuk takut pada Allah.
Sesungguhnya aku ini cengeng, tapi hanya ku gunakan sifat itu untuk menangisi dosaku dan untuk menangisi ayat-ayat Allah.
Sesungguhnya aku ini egois dan sangat keras hati, tapi hanya ku gunakan keegoisanku untuk menolak kebathilan, dan kugunakan kerasnya hatiku untuk menolak yang munkar masuk ke dalam diriku.
Sesungguhnya aku ini pemalu, tapi hanya ku gunakan untuk malu pada Allah dan MalaikatNya.
Sesungguhnya aku ini pemarah, tapi amarah itu hanya akan ku gunakan jika aku melihat kebathilan.
Sesungguhnya aku ini pendiam, tapi pendiam ku itu ku gunakan agar aku tak riya’.
Sesungguhnya aku ini pencemas, tapi ku gunakan kecemasanku itu untuk ibadahku, sempurnakah?
Sesungguhnya aku ini cuek, tapi ku gunaka sifat cuek ku itu pada dunia, tak ku pedulikan dunia.
Sesungguhnya aku ini mudah dipengarui orang lain, tapi ku manfaatkan agar diriku bisa terpengaruh oleh sifat-sifat Rasul dan Sahabatnya R.A.
Sesunguhnya aku ini peLupa, tapi hanya ku Lupakan dunia“